1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
Hukum dan PengadilanBrasil

Bolsonaro Dipenjara, Pengacara Cari Celah Hukum Terakhir

Patrick Große epd, dpa, AFP
27 November 2025

Sementara Jair Bolsonaro kini ditahan di penjara di Brasília, para pengacaranya tengah berjuang untuk menempuh jalur hukum terakhir. Keluarga dan tim pembela memperingatkan risiko kesehatan.

https://p.dw.com/p/54N0M

Jair Bolsonaro
Mantan presiden Brasil Jair Bolsonaro (gambar arsip dari tahun 2024): Dipindahkan dari tahanan rumah ke penjara.Foto: Evaristo Sa/AFP

Mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro  yang divonis karena rencana kudeta, harus menjalani hukuman penjara jangka panjangnya. Mahkamah Agung Brasil pada Selasa (25/11) menyatakan bahwa Bolsonaro, 70 tahun, telah menggunakan seluruh jalur hukum yang tersedia dan karena itu harus menjalani seluruh hukuman lebih dari 27 tahun penjara.

Bolsonaro dipindahkan ke penjara pada hari Sabtu (22/11) setelah gelang kaki elektroniknya rusak, karena dianggap memiliki "risiko melarikan diri yang meningkat”. Ia sebelumnya menjalani tahanan rumah.

Beberapa hari sebelumnya, Mahkamah Agung menolak banding pertama Bolsonaro, sehingga vonisnya kini bersifat final dan mengikat secara hukum. Pengadilan memutuskan bahwa Bolsonaro akan ditempatkan di ruang perwira, area khusus di penjara untuk tahanan yang mendapat perlindungan, tempat ia saat ini berada di Brasília. Selain Bolsonaro, Mahkamah Agung juga menyatakan hukuman enam terdakwa lainnya sah secara hukum.

Pengacara Bolsonaro mengkritik keputusan tersebut dengan keras. "Ini adalah kesalahan serius membiarkan putusan ini menjadi final,” kata Paulo Cunha Bueno kepada portal berita G1. Ia menilai masih mungkin mengajukan jalur hukum tambahan hingga Jumat untuk mengubah vonis. Namun, menurut yurisprudensi Mahkamah Agung, jenis banding ini hanya diperbolehkan jika setidaknya dua hakim dalam persidangan pokok mendukung pembebasan, yang tidak terjadi pada September lalu. Oleh karena itu, pengadilan menyimpulkan bahwa jalur hukum tambahan tidak sah dan menetapkan vonis sebagai final.

Jair Bolsonaro
Mantan presiden Brasil Jair Bolsonaro ditahan polisi di sebuah kantor polisi di Brasília (Minggu, 23 November 2025).Foto: Sergio Lima/AFP

Bolsonaro divonis karena percobaan kudeta

Pada bulan September, mantan presiden sayap kanan ini divonis lebih dari 27 tahun penjara karena rencana kudeta. Bolsonaro, yang memerintah Brasil dari 2019 hingga 2022, dinyatakan bersalah karena memimpin "organisasi kriminal” yang berusaha membatalkan kekalahannya dalam pemilu 2022 melawan Luiz Inácio Lula da Silva yang berhaluan kiri dan kini jadi presiden.

Pengadilan menilai terbukti bahwa Bolsonaro mendorong para pendukungnya untuk menyerbu Mahkamah Agung, Istana Presiden, dan Kongres di Brasília pada 8 Januari 2023. Ratusan pendukung saat itu masuk ke gedung-gedung, merusak furnitur, dan menghancurkan ruangan. Adegan ini mengingatkan pada serangan pendukung mantan Presiden AS Donald Trump ke Capitol di Washington dua tahun sebelumnya.

 Jair Bolsonaro
Pendukung mantan presiden Jair Bolsonaro menyerbu beberapa gedung pemerintahan di Brasilia (Januari 2023).Foto: IMAGO/Fotoarena

Hakim mencurigai percobaan melarikan diri ke AS

Sabtu (22/11) lalu, Bolsonaro ditahan setelah merusak gelang kaki elektroniknya menggunakan solder. Ia dianggap berisiko melarikan diri. Atas perintah Mahkamah Agung, ia dipindahkan dari tahanan rumah ke penjara. "Bolsonaro dengan sengaja dan sadar merusak alat pengawas elektroniknya,” putuskan Ketua Mahkamah Agung Alexandre de Moraes.

Dalam rencana aksi unjuk rasa di depan rumah Bolsonaro, terdapat "indikasi sangat serius mengenai kemungkinan percobaan melarikan diri,” kata de Moraes. Ia menyinggung kedekatan rumah Bolsonaro dengan Kedutaan AS serta hubungan dekatnya dengan Presiden AS Donald Trump. De Moraes mengindikasikan bahwa Bolsonaro mungkin mencoba melarikan diri untuk mengajukan suaka politik di AS.

Para pengacara Bolsonaro berargumen bahwa klien mereka berada dalam "keadaan kebingungan mental” karena mengonsumsi beberapa obat saat mencoba melepas gelang kaki. Bolsonaro sendiri sempat berbicara tentang "paranoia” dan "halusinasi”. Dalam video yang kemudian dirilis, ia mengatakan bahwa ia hanya "karena penasaran” menempelkan solder ke gelang kakinya.

Trump - Bolsonaro
Orang kepercayaan dekat: Presiden AS Trump (kiri) dan presiden Brasil saat itu Bolsonaro (2020 di Florida).Foto: Allen Eyestone/ZUMAPRESS.com/picture alliance

Kondisi kesehatan Bolsonaro memburuk

Flavio Bolsonaro, putra Bolsonaro, mengatakan setelah mengunjungi ayahnya pada hari Selasa (27/11) bahwa ada "kekejaman besar” terhadapnya dan terdapat "risiko signifikan” bagi kesehatan dan keselamatannya. Kakaknya, Carlos Bolsonaro, menyebutkan, dalam sebuah kunjungan lain, ayah mereka hampir tidak makan dan kondisi mentalnya memburuk.

Pada September lalu, Jair Bolsonaro didiagnosis menderita kanker kulit. Selain itu, mantan presiden tersebut masih menderita akibat serangan pisau selama kampanye pemilu 2018.

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Jerman
Diadaptasi oleh Ayu Purwaningsih

Editor: Yuniman Farid