Iklan
Mahasiswa Jerman menilai sistem pendidikan Jerman yang mengharuskan anak usia 10 tahun memilih jalur sekolah sebagai hal yang "buruk". Di Jerman, pilihan seperti Hauptschule, Realschule, Gymnasium, atau Gesamtschule dianggap menentukan masa depan. Namun, pakar pendidikan Jerman menegaskan sistem ini sebenarnya fleksibel dan murid diperbolehkan memilih tingkat sekolah yang lebih tinggi di kemudian hari.
Di Indonesia, kualitas pendidikan dasar yang timpang dinilai sebagai tantangan jika model serupa diterapkan.