1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
BencanaHong Kong

Dugaan Kasus Korupsi di Balik Kebakaran Hong Kong

Mark Hallam | Matt Ford | Shakeel Sobhan | Rana Taha sumber: AFP, AP, dpa, Reuters
28 November 2025

Pihak berwenang masih mencari korban selamat dalam kebakaran yang menewaskan 94 orang di Hong Kong. Tiga orang ditangkap atas dugaan pembunuhan karena kelalaian.

https://p.dw.com/p/54Pav
Dua orang warga melihat proses pemadaman kebakaran dengan sejumlah mobil unit pemadam kebakaran yang berusaha memadamkan api menggunakan tangga
Tim penyelamat sedang mencari orang-orang yang masih hilang di gedung-gedung tinggi yang terbakarFoto: Maxim Shemetov/REUTERS

Badan Antikorupsi Hong Kong (ICAC) melakukan penyelidikan terkait proyek renovasi di kompleks perumahan yang menjadi lokasi kebakaran dan menewaskan setidaknya 94 orang.

"Mengingat tingginya kepentingan publik, ICAC hari ini membentuk satuan tugas untuk melakukan investigasi menyeluruh atas dugaan korupsi dalam proyek renovasi besar di Wang Fuk Court, Tai Po," kata Komisi Independen Anti Korupsi dalam sebuah pernyataan.

Sementara itu, Pemerintah Hong Kong akan periksa seluruh kompleks perumahan yang sedang menjalani perbaikan besar, kata Kepala Eksekutif John Lee pada Kamis (27/11).

"Pemerintah segera mengatur pemeriksaan di semua kompleks perumahan yang tengah menjalani renovasi besar, untuk memastikan keamanan perancah dan material bangunan," kata Lee dalam sebuah unggahan di Facebook.

Semburan air terlihat di sekumlah titik api di antara gedung tinggi dengan dua orang warga menyaksikan proses pemadaman kebakaran yang dilakukan oleh petugas berwenang
Dua orang warga menyaksikan proses pemadaman kebakaran yang dilakukan oleh petugas berwenangFoto: Tyrone Siu/REUTERS

Diduga lalai, polisi Hong Kong geledah kontraktor

Polisi Hong Kong menggeledah kantor perusahaan pemeliharaan gedung yang bertanggung jawab atas kompleks Wang Fuk Court. Aparat menyita dokumen, daftar karyawan, komputer, hingga ponsel.

"Kami memiliki alasan kuat untuk meyakini bahwa pihak yang bertanggung jawab atas perusahaan tersebut sangat lalai, sehingga menyebabkan kebakaran menyebar tak terkendali dan menimbulkan banyak korban jiwa," kata Kepala Polisi Eileen Chung.

Chung menduga bahwa busa penyegel di sejumlah jendela di gedung kedelapan Wang Fuk Court yang tidak terbakar kemungkinan tidak memenuhi standar keselamatan kebakaran, begitu pula jaring pelindung dan penutup plastik.

Dua direktur perusahaan dan seorang konsultan teknik telah ditangkap atas dugaan pembunuhan karena kelalaian.

Sementara itu, kontraktor utama yang terdaftar untuk kompleks tersebut, Prestige Construction and Engineering Company Limited, belum memberikan komentar.

Petugas pemadam kebakaran telah memadamkan api di empat dari tujuh blok yang terdampak di kompleks perumahan di Wang Fuk Court
Pada Kamis (27/11) pagi, petugas pemadam kebakaran telah memadamkan api di empat dari tujuh blok yang terdampak dan mengatakan mereka telah mengendalikan tiga blok lainnyaFoto: Dale De La Rey/AFP

Dana darurat dan hotel disiapkan untuk korban kebakaran

Pemimpin Eksekutif Hong Kong, John Lee, mengatakan pada Kamis (27/11) bahwa pemerintah akan mengalokasikan dana sebesar HK$300 juta (sekitar Rp642 miliar) untuk membantu para warga di kompleks perumahan Wang Fuk Court yang menjadi korban kebakaran pada Rabu (26/11).

Lee menambahkan bahwa setiap unit akan menerima bantuan langsung sebesar HK$10.000 (sekitar Rp21 juta). Selain itu, sebanyak 1.000 kamar di hotel dan hostel juga disediakan untuk para penghuni bisa tinggal hingga dua minggu.

Tidak hanya itu, pihak berwenang juga akan menginspeksi proyek renovasi besar di seluruh kota. Setidaknya 100 kontraktor telah diberi waktu tujuh hari untuk menyerahkan bukti penggunaan bahan tahan api.

Lee juga menyebut bahwa biro pembangunan Hong Kong sedang mempertimbangkan penggantian kerangka bambu dengan kerangka logam di seluruh kota secara bertahap.

Ratusan orang masih hilang

Sementara bagi para korban, mereka masih dibayang-bayangi kekhawatiran harta benda yang hilang dan orang-orang yang belum ditemukan.

Lawrence Lee, seorang warga, masih menanti kabar istrinya yang diyakini masih terjebak di apartemen mereka.

"Saat kebakaran terjadi, saya meneleponnya dan menyuruhnya melarikan diri," katanya. "Tapi begitu dia keluar, koridor dan tangga dipenuhi asap, semuanya gelap. Dia tidak punya pilihan selain kembali ke apartemen."

Di luar tempat penampungan yang dihuni 900 orang, seorang ibu bernama Ng juga mencari putrinya sambil menggenggam foto anaknya itu.

"Dia dan ayahnya belum keluar," katanya sambil terisak. "Mereka tidak punya air untuk menyelamatkan gedung kami."

Wan, warga berusia 51 tahun, mengaku telah membeli apartemen di gedung itu lebih dari 20 tahun lalu.

"Semua barang kami ada di gedung ini, dan sekarang semuanya terbakar," katanya. "Apa yang tersisa?"

sejumlah petugas berwenang mengevakuasi salah satu korban kebakaran
Setidaknya 94 orang tewas dan 70 orang terluka, sementara ratusan orang lainnya masih belum diketahui keberadaannyaFoto: Vernon Yuen/Nexpher Images/ZUMA/picture alliance

Korban tewas bertambah, misi penyelamatan berlanjut

Menurut otoritas setempat pada Jumat (28/11), jumlah korban tewas akibat salah satu kebakaran paling mematikan dalam sejarah modern kota itu telah meningkat menjadi sedikitnya 94 orang.

Lebih dari 70 orang dilaporkan terluka, termasuk 11 petugas pemadam kebakaran, menurut Departemen Pemadam Kebakaran.

Petugas pemadam kebakaran Hong Kong berharap operasi penyelamatan bisa rampung paling lambat pukul 09.00 waktu setempat (01.00 GMT) pada Jumat (28/11).

Proses upaya pemadaman kebakaran
Penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui, namun polisi mengatakan jaring dan lembaran plastik pada jendela bangunan akibat renovasi mungkin telah mempermudah penyebaran apiFoto: Tyrone Siu/REUTERS

Wakil Direktur Dinas Pemadam Kebakaran, Derek Chan, mengatakan dalam pengarahan Jumat dini hari bahwa petugas pemadam akan memusatkan perhatian pada tiga panggilan darurat yang mereka terima pada Kamis malam, dari total 25 permintaan bantuan yang masih tersisa.

"Pada saat yang sama, kami akan berupaya melakukan pembukaan paksa ke seluruh unit di tujuh gedung, untuk memastikan tidak ada korban lain," kata Chan dalam arahannya.

Chan menambahkan, setelah operasi selesai, pihaknya akan memberikan penghitungan lengkap jumlah orang hilang. Hingga saat ini diperkirakan sekitar 250 orang yang masih hilang.

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris
Diadaptasi oleh Levie Wardana
Editor: Tezar Aditya Rahman

 

Matthew Ford
Matt Ford Reporter dan editor DW Sports, spesial meliput sepak bola Eropa, budaya fans, dan politik olahraga.@matt_4d
Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait