Epidemi Kolera di Zimbabwe
3 Januari 2009
Perkiraan paling menyedihkan tentang situasi di Zimbabwe selalu menjadi kenyataan. Peringatan, bahwa kasus Kolera akan mencapai 60.000 sekarang tampaknya sudah tidak berlebih-lebihan lagi.
Di awal tahun 2009 Organisasi Kesehatan Dunia - WHO sudah melaporkan, jumlah orang yang terinfeksi Kolera sudah mencapai 31.000. Walaupun ada bantuan internasional yang jumlahnya jutaan, lebih dari 1.600 orang Zimbabwe meninggal karena Kolera.
Kondisi Sangat Buruk
Seorang pasien yang sudah dalam keadaan payah mengatakan, obat-obatan masih belum ada juga. Ia berhasil mencapai Afrika Selatan melalui perbatasan. Seorang perempuan menambahkan, air minum sudah tidak ada sejak tiga bulan lalu. Mereka terpaksa minum air sungai dan air talang yang kotor.
Wartawan Zimbabwe tidak dapat lagi melaporkan tentang parahnya kasus Kolera. Dinas Rahasia CIO di bawah Presiden Robert Mugaber berusaha menutup daerah dengan korban Kolera paling banyak dari pantauan pengamat.
Bantuan dari Luar Negeri
Palang Merah saat ini sudah menempatkan tujuh tim penolong dari Eropa dan Jepang. Di antaranya juga tim dari palang merah Jerman, DRK. Tim-tim tersebut dapat bertugas selama sebulan tanpa bantuan tambahan.
Pemerintah Jerman menyediakan dana satu juta Euro bagi palang merah untuk melakukan tugas mereka. Jurubicara departemen luar negeri Jerman mengatakan, pemerintah sangat khawatir dengan perkembangan yang mencemaskan di Zimbabwe.
Imbauan Yang Tak Didengar
Pemerintah Zimbabwe seharusnya segera mengikutsertakan partai oposisi MDC yang menang gemilang, agar dapat mengadakan awal baru di bidang ekonomi dan politik. Demikian salah satu seruan politik yang seperti biasa, tidak akan didengar.
Pemimpin Insitut Hukum Perdata "Open Society", Musa Hlope dari Swaziland mengatakan, di Zimbabwe orang tidak hanya meninggal akibat Kolera, melainkan juga akibat ulah penjahat yang bertindak atas perintah aparat keamanan. Seperti halnya di masa apartheid di Afrika Selatan, para penjahat ini beroperasi di luar hukum manapun.
Pembangkang Ditekan
Contoh terbaru adalah pembela hak asasi Jestina Mukoko, yang diculik dinas rahasia. Perempuan itu dikurung berminggu-minggu dan disiksa.
Jumat (02/01) hakim di pengadilan tinggi di ibukota Harare, yang rupanya mendukung pemerintah, menolak pembebasan Mukoko dan 31 orang lainnya yang dinilai membangkang. Dikatakan mereka merencanakan penggulingan Mugabe. (ml)