1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
OlahragaEropa

Jelang Olimpiade, Kualitas Air di Sungai Paris Kian Buruk

19 April 2024

Kualitas air di Sungai Seine di Paris diragukan untuk penyelenggaraan olahraga air di Olimpiade 2024. Bisakah triathlon, renang maraton, dan mendayung dilanjutkan di perairan terbuka?

https://p.dw.com/p/4eymf
Sungai Seine di Paris dan Katedral Notre Dame
Sungai Seine ditetapkan menjadi salah satu ajang utama Olimpiade Paris 2024 meskipun kualitas airnya burukFoto: Blondet Eliot/abaca/picture alliance

Penyelenggara Olimpiade Paris punya rencana ambisius untuk mengadakan lomba cabang renang triatlon dan renang maraton di Sungai Seine yang ikonik. Tapi, kekhawatiran akan kualitas air terus membayangi.

Ini adalah bagian dari serangkaian kontroversi seputar pencemaran air di cabang olahraga yang rencananya akan diselenggarakan di perairan terbuka, seperti dayung, triatlon, berlayar, selancar, dan renang maraton.

Pemerintah ibu kota Prancis ini telah menghabiskan €1,4 miliar untuk membersihkan sungai tersebut menyusul protes tentang potensi tingkat limbah dari para perenang dalam acara uji coba pemanasan. Beberapa acara uji coba bahkan dibatalkan.

Hujan deras yang turun terus-menerus telah meluapkan kanal-kanal di sana. Air limbah pun masuk ke sungai dan meningkatkan konsentrasi bakteri. Pemerintah setempat telah membelanjakan anggaran untuk membeli pompa khusus dan bak penampung untuk mencegah limbah mencapai Sungai Seine.

Ayo berlangganan gratis newsletter mingguan Wednesday Bite. Recharge pengetahuanmu di tengah minggu, biar topik obrolan makin seru! 

Namun pakar di Universitas Oxford mengatakan kepada DW bahwa menghentikan aliran limbah ke sungai saja tidak cukup untuk membuat air aman untuk direnangi.

"Disarankan secara luas untuk tidak berenang di…perairan di daratan selama beberapa hari setelah hujan (lebat). Hal ini disebabkan oleh potensi meluapnya selokan, juga meningkatnya risiko kotoran hewan terbawa ke dalam air, termasuk anjing dan kotoran kucing,” kata Dr. Katrina Charles, peneliti senior di Sekolah Geografi dan Lingkungan Oxford.

Skenario terburuk, triatlon jadi duatlon

Pada umumnya di Paris, banjir hanya terjadi empat atau lima kali setahun. Penyelenggara Olimpiade berharap cuaca musim panas selama Olimpiade di bulan Juli dan Agustus dapat mencegah terjadinya masalah apa pun.

Namun jika banjir benar-benar terjadi, kompetisi renang maraton dan triathlon harus ditunda atau dibatalkan. Presiden Olimpiade Paris 2024 Tony Estanguet mengatakan triatlon bahkan bisa kembali menjadi duatlon, hanya dengan bersepeda dan lari, jika hal terburuk terjadi.

"Kita bisa menundanya saat kondisi hujan. Karena diprogram di awal Olimpiade, kita bisa menunggu hingga kondisi lebih baik. Jadi kami yakin Sungai Seine bisa digunakan, " ujarnya kepada wartawan belum lama ini. "Dan ada keputusan akhir saat berenang tidak dimungkinkan. Itu adalah bagian dari aturan federasi internasional. Itu yang ingin kami hindari tentu saja."

E-coli, bakteri yang ditemukan dalam kotoran manusia, adalah masalah besar di Sungai Seine menurut badan amal polusi air Surfrider Europe. 

Masalah ini bukan hal baru yang dihadapi cabang olah raga Olimpiade yang diselenggarakan di perairan terbuka. Cabang mendayung dan berkano sering kali menggunakan jalur yang dibuat khusus, sehingga polusi dapat lebih mudah dikelola. Namun triatlon, renang maraton, serta berlayar dan selancar adalah tantangan tersendiri.

Pada Olimpiade Rio 2016, studi jangka panjang oleh Associated Press menemukan saluran air seperti di lepas pantai Copacabana terkontaminasi dengan limbah manusia yang mengandung virus dan bakteri berbahaya. Para perenang meminum antibiotik untuk menghindari penyakit dan bukti adanya penyakit setelah Olimpiade sangat sedikit. Namun seorang peselancar dari Belgia melaporkan kesehatannya menurun.

Tidak dianjurkan renang di sungai setelah hujan deras

Balapan Perahu Universitas yang termasyhur di Inggris, di mana universitas Oxford dan Cambridge bertarung adu cepat di Sungai Thames, London, tahun ini harus dibatalkan akibat penelitian yang mengungkapkan tingginya kadar bakteri E-coli di sungai itu.

"Akan selalu ada peningkatan patogen di air sungai setelah hujan,” kata Dr. Katrina Charles dari Oxford.

Lenny Jenkins, salah satu anggota tim, mengatakan dia dan beberapa kru Oxford mengaku sakit pada pagi hari setelah sesi pelatihan di Sungai Thames. "Ada beberapa orang yang terjangkit E-coli parah," kata Jenkins kepada wartawan. 

Tim dayung dari Oxford tengah mendayung di Sungai Thames
Lomba Perahu tahunan antara Universitas Oxford dan Cambridge di Sungai Thames di London kini mendapat banyak pertanyaan.Foto: AP

Cambridge disarankan untuk tidak melakukan tradisi melemparkan salah satu anggota tim mereka ke perairan Thames. Perusahaan air lokal, Thames Water, dipermalukan media Inggris dengan laporan bahwa perusahaan tersebut telah membiarkan sekitar 72 miliar liter limbah masuk ke sungai sejak tahun 2020.

Namun perusahaan yang tengah berada dalam masalah keuangan ini menyalahkan curah hujan yang tinggi sebagai penyebab kondisi sungai tersebut.

Kembali ke Olimpiade Paris, atlet dayung dan selancar masih bisa membatasi risiko terpapar penyakit dengan mengenakan sarung tangan khusus untuk menghindari percikan air yang terkontaminasi. Namun berenang di air kotor dengan mulut terbuka adalah hal berbeda. (ae/hp)