Jumlah Imigran di Uni Eropa Capai Rekor di Tahun 2025
22 April 2026
Menurut laporan yang dirilis Pusat Penelitian dan Analisis Migrasi RFBerlin bulan ini, jumlah penduduk Uni Eropa (UE) yang lahir di luar negeri mencapai rekor tertinggi yakni 64,2 juta pada tahun 2025.
Jika dibandingkan dengan data di tahun 2010 angka tersebut mencapai 40 juta dan terus berkembang. Pertumbuhannya melonjak sekitar 2,1 juta di tahun tahun 2024.
Laporan tersebut menggunakan dan menganalisa data dari dua sumber utama yakni data Eurostat dan Badan Pengungsi PBB.
Jerman tetap menjadi 'tuan rumah' terbesar bagi para migran
Jerman masih menjadi negara dengan populasi imigran terbesar di UE, dengan hampir 18 juta orang yang lahir di luar Jerman dan memilih tinggal di Jerman. Angka tersebut meningkat sekitar 70% dibandingkan angka 10 juta imigran yang tercatat satu dekade lalu.
Laporan tersebut juga menyebutkan:
- Sekitar 21,2% populasi Jerman terdiri dari imigran, 72% di antaranya berada dalam rentang usia kerja.
- Jumlah imigran yang tinggal di Jerman bertambah sekitar 300.000 antara tahun 2024 dan 2025, atau naik 1,7%. Angka tersebut setengah dari rata-rata UE yang sebesar 3,4%.
- Jerman juga menampung jumlah pengungsi terbesar dengan 2,7 juta pengungsi tinggal di negara tersebut.
- Spanyol adalah negara dengan pertumbuhan populasi tercepat akhir-akhir ini, dengan populasi penduduk yang lahir di luar Spanyol bertambah 700.000 pada tahun 2024 hingga mencapai 9,5 juta. Angka tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 8%, lebih dari dua kali lipat rata-rata Uni Eropa.
Negara kecil dengan persentase besar
Meskipun Jerman memimpin dalam jumlah angka imigrasi, beberapa negara yang lebih kecil memiliki persentase yang lebih besar.
- Luksemburg menduduki peringkat teratas, dengan imigran mencapai sekitar 52% dari populasinya, jauh di atas rata-rata Uni Eropa yang sekitar 14%.
- Diikuti oleh Malta (32%) dan Siprus (28%).
- Irlandia dan Austria juga mencatat porsi yang relatif tinggi, sekitar 23%.
- Lituania, Hongaria, dan Rumania memiliki porsi di bawah 10%, sementara Slovakia, Bulgaria, dan Polandia mencatat tingkat terendah, masing-masing di bawah 5%.
Jumlah permohonan suaka turun lebih dari seperempat
Pada tahun 2025, jumlah total permohonan suaka di UE mencapai 669.365, turun 26,6% dibandingkan tahun 2024.
- Spanyol, Italia, Prancis dan Jerman menyumbang hampir 75% permohonan tersebut.
- Meskipun Jerman memiliki jumlah pengungsi yang besar, Siprus adalah negara dengan porsi pengungsi tertinggi yaitu 4,8% dari total penduduknya. Jika dibandingkan dengan Jerman, persentase pengungsi adalah 3,2%
- Italia adalah negara UE dengan porsi pengungsi yang relatif kecil yakni 0,5%.
Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris
Diadaptasi oleh Sorta Caroline
Editor: Yuniman Farid