1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
KonflikIndonesia

Kenapa TNI Terapkan Siaga 1 Terkait Konflik di Timur Tengah?

9 Maret 2026

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memerintahkan jajaran TNI untuk siaga tingkat 1 menyusul perang AS-Israel dengan Iran. Apa arti status ini dan langkah apa saja yang disiapkan militer?

https://p.dw.com/p/5A1ho
Pasukan Angkatan Darat berbaris dalam parade HUT ke-80 TNI (5 Oktober 2025)
Menurut Kapuspen TNI, langkah ini jadi bagian kesiapsiagaan hadapi potensi ancaman terhadap bangsa dan negaraFoto: Claudio Pramana/ZUMA/picture alliance

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengeluarkan surat telegram kepada jajarannya agar melaksanakan siaga tingkat 1 guna mengantisipasi perkembangan situasi dalam negeri akibat dampak konflik di kawasan Timur Tengah. Lantas apa maksud siaga tingkat 1 tersebut?

Kapuspen TNI Brigjen TNI Aulia Dwi Nasrullah menjelaskan penerapan siaga tingkat 1 merupakan tugas TNI dan telah diamanatkan oleh UU TNI. Ia mengatakan perlindungan yang dimaksud yakni dari ancaman terhadap bangsa dan negara.

"Salah satu tugas pokok TNI adalah melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara," kata Brigjen Aulia saat dihubungi, Minggu (8/3).

Aulia mengatakan siaga tingkat 1 sebagai bentuk kesiapan TNI dalam menghadapi perkembangan konflik yang terjadi. Konflik yang dimaksud, kata dia, tak cuma dalam cakupan nasional, tapi juga internasional, seperti yang terjadi di Timur Tengah.

"TNI bertugas secara profesional dan responsif, yang diwujudkan dengan senantiasa memelihara kemampuan dan kekuatan agar selalu siap operasional, serta siap siaga mengantisipasi perkembangan di lingkungan strategis internasional, regional, maupun nasional," ucap dia.

Karena itu, Aulia menyebut siaga tingkat 1 itu diperlukan agar TNI siap menghadapi ancaman. Salah satunya, lanjut dia, apel pengecekan secara rutin.

"Dengan demikian TNI harus memiliki kesiapsiagaan operasional yang tinggi, salah satunya adalah dengan melaksanakan apel pengecekan kesiapan secara rutin," ujarnya.

Seperti diketahui, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengeluarkan surat telegram kepada jajarannya agar melaksanakan siaga tingkat 1 guna mengantisipasi perkembangan situasi dalam negeri akibat dampak konflik di kawasan Timur Tengah. TNI menyebut langkah ini ditempuh sesuai dengan tugas pokok TNI.

Adapun perintah tersebut tertuang dalam Telegram Panglima TNI Nomor TR/283/2026. Surat ini diteken Asisten Operasi Panglima TNI Letjen Bobby Rinal Makmun pada 1 Maret 2026.

 

Baca selengkapnya di DetikNews

TNI Jelaskan Maksud Terapkan Siaga 1 Terkait Konflik di Timur Tengah

Drone Iran Menghantam Bandara di Azerbaijan

 

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait