1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
EkonomiCina

Konsumsi Domestik Melambat, Cina Koreksi Target Pertumbuhan

Midhat Fatimah sumber: AP, Reuters AFP
5 Maret 2026

Dalam kongres tahunan 'Two Sessions', Partai Komunis Cina memperlambat sasaran laju pertumbuhan ke angka di bawah lima persen. Kebijakan itu dipandang sebagai pergeseran paradigma ekonomi di Beijing.

https://p.dw.com/p/59p8r
Presiden Xi Jinping di "Two Sessions"
Presiden Xi Jinping dalam pembukaan "Two Sessions" di Kongres Rakyat Nasional Cina di Beijing, Kamis (5/3).Foto: Florence Lo/REUTERS

Pemerintah Cina pada Kamis menetapkan target pertumbuhan ekonomi 2026 di kisaran 4,5 hingga 5 persen—terendah dalam beberapa dekade terakhir. Tahun lalu, target pertumbuhan masih dipatok sekitar 5 persen.

Penurunan target ini muncul ketika pemerintah berupaya mengatasi lemahnya konsumsi domestik dan lesunya sektor properti.

Pengumuman tersebut disampaikan dalam pertemuan politik tahunan Two Sessions di Beijing, yang turut dihadiri Presiden Xi Jinping. Perdana Menteri Li Qiang menyampaikan target itu saat membuka sidang Kongres Rakyat Nasional (NPC), parlemen Cina, pada Kamis (5/3) pagi.

NPC yang beranggotakan hampir 3.000 orang itu pada praktiknya lebih bersifat seremonial. Lembaga tersebut umumnya mengesahkan kebijakan yang telah ditetapkan jajaran pimpinan Partai Komunis.

Di Cina Kanselir Jerman Merz Disambut Robot

Pada sidang penutup pekan depan, NPC diperkirakan akan menyetujui laporan tahunan pemerintah dan anggaran 2026. Parlemen juga akan meratifikasi rencana lima tahun yang memuat prioritas kebijakan hingga 2030.

Tambahan anggaran pertahanan

Meski pertumbuhan ekonomi tahun ini diperkirakan berada di bawah 5 persen, laporan pemerintah menyebut Beijing akan "berupaya mencapai hasil yang lebih baik.”

Selama beberapa tahun terakhir, laju pertumbuhan ekonomi Cina melambat secara alami. Pimpinan partai berulang kali menegaskan bahwa model pertumbuhan harus bergeser dari ketergantungan pada ekspor dan manufaktur menuju konsumsi domestik.

"Para pembuat kebijakan telah berkali-kali mengatakan bahwa kualitas pertumbuhan lebih penting daripada kecepatannya,” ujar ekonom Pinpoint Asset Management, Zhiwei Zhang, seperti dikutip AFP. Menurut dia, keputusan menurunkan target pertumbuhan menunjukkan perubahan prioritas kebijakan tersebut.

Di sisi lain, pemerintah juga menaikkan anggaran pertahanan sebesar 7 persen tahun ini. Cina—yang memiliki anggaran militer terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat—berencana mengalokasikan 1,90 triliun yuan atau sekitar €238 miliar untuk sektor pertahanan.

Menurut Li, langkah itu dimaksudkan untuk memperkuat kapasitas strategis Cina dalam menjaga kedaulatan, keamanan, dan kepentingan pembangunan negara. Anggaran tersebut antara lain akan digunakan untuk kenaikan gaji militer, latihan dan operasi militer di sekitar Taiwan, pengembangan kemampuan perang siber, serta pembelian peralatan militer canggih.

Editor: Yuniman Farid

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait