1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
BencanaIndonesia

Prabowo Bentuk Satgas Bencana Sumatera, Dikepalai Mendagri

6 Januari 2026

Pemerintah menunjuk Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian untuk mengepalai satgas penanggulangan bencana Sumatera. Tugas terbesar adalah rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

https://p.dw.com/p/56QKD
Korban bencana siklon Senyar di Aceh
Korban bencana siklon Senyar di AcehFoto: YT Hariono/AFP

Presiden Prabowo Subianto membentuk Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Prabowo menunjuk Mendagri Tito Karnavian menjadi ketua, sedangkan Kasum TNI Letjen TNI Richard Tampubolon menjadi wakil ketua satgas.

"Beliau menunjuk Bapak Tito Karnavian Mendagri sebagai ketua satgas yang didampingi wakil ketua satgas Bapak Richard Tampubolon kemudian dibantu dewan pengarah yang akan diketuai Menko PMK," kata Prasetyo kepada wartawan di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).

Prasetyo menjelaskan alasan Tito ditunjuk sebagai ketua karena kapasitasnya sebagai Mendagri. Sehingga diharapkan, bisa mengkoordinasikan dengan pihak-pihak terkait.

"Jadi pertimbangannya karena bencana kali ini yang terdampak di 3 provinsi yang cukup luas dan dalam kapasitas beliau sebagai menteri dalam negeri, Bapak Presiden memiliki pertimbangan dan meyakini bahwa di bawah mendagri dapat dikoordinasikan lebih baik," ujarnya.

Prasetyo mengatakan tidak ada target kerja khusus untuk satgas ini. Hal yang menjadi prioritas yakni pembangunan hunian bagi pengungsi.

"Tidak ada, kalau target secepat-cepatnya tahapan sudah ada, untuk prioritas pertama tentunya adalah sesegera mungkin dibangun sebanyak-banyaknya hunian-hunian bagi saudara kita yang sekarang masih ada di pengungsian," ujarnya.

Selengkapnya, "Prabowo Bentuk Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatera, Mendagri Jadi Ketua" 

Banjir Aceh: Jembatan Putus, Warga Antre Perahu

Jumlah korban terus bertambah

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) memperbarui jumlah korban jiwa bencana Sumatera. Per hari ini, jumlah korban meninggal akibat bencana di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh mencapai 1.178 orang.

"Per hari ini Selasa 6 Januari masih ada penambahan dari Tapanuli Tengah korban meninggal dunia satu jiwa sehingga total korban per hari ini menjadi 1.178 jiwa," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam konferensi pers, Selasa (6/1/2026).

Data BNPB menunjukkan korban meninggal paling banyak terdapat di Aceh dengan 543 jiwa. Sedangkan jumlah korban hilang terbanyak saat ini terdapat di wilayah Agam, Sumatera Barat, dengan total 74 orang.

"Jumlah pengungsi paling banyak di Aceh proporsinya 217.780 jiwa dengan rincian kabupaten kota yang paling banyak pengungsinya Aceh Tamiang dengan 74.735 jiwa," jelas Muhari.

Muhari mengatakan saat ini masih ada sembilan kabupaten di Aceh yang berstatus tanggap darurat. Aceh juga menjadi satu-satunya provinsi yang saat ini masih berstatus tanggap darurat.

"Untuk Sumatera Utara saat ini semuanya sudah beralih ke transisi darurat dan begitu juga Sumatera Barat," katanya.

Dia menjelaskan hari ini wilayah Kabupaten Agam di Sumatera Barat telah menetapkan status dari tanggap darurat ke transisi darurat. Penetapan itu membuat seluruh wilayah Sumatera Barat kini telah berstatus transisi darurat.

"Artinya memang proses-proses yang kita lakukan di fase awal recovery dan pemulihan ini sudah mulai dilakukan di seluruh kabupaten/kota di Sumatera Barat dan Sumatera Utara, dan kita harapkan juga nanti di Aceh juga akan mengikuti," ujar Muhari.

Selengkapnya, "Korban Meninggal Bencana Sumatera 6 Januari 1.178 Orang, Terbanyak di Aceh"

Baca, Detiknews

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait