'Separated by ICE' Ini Sabet World Press Photo of the Year
Trauma, perang, perubahan iklim, harapan: Gambar-gambar dalam Kontes World Press Photo 2026 memotret realita saat ini. Berikut beberapa foto pemenang dari berbagai wilayah di dunia.

AS: Terpisahkan oleh ICE
Anak-anak perempuan seorang pria berpegangan putus asa saat ia dibawa pergi oleh petugas imigrasi AS usai sidang. Momen ini diabadikan Carol Guzy dan meraih World Press Photo of the Year, di tengah meningkatnya deportasi era Presiden Donald Trump yang memicu iklim ketakutan di AS.
Gaza: Darurat bantuan
Situasi sangat genting pada Maret 2025 ketika blokade Gaza dicabut, memungkinkan masuknya bantuan, sebagaimana diabadikan oleh fotografer Gaza, Saber Nuraldin. Warga Palestina berjuang mendapatkan makanan, sementara titik distribusi yang dimiliterisasi menuai kritik internasional dan menelan banyak korban jiwa.
Guatemala: Derita perempuan Achi
Selama perang saudara Guatemala (1960–1996), perempuan adat Achi menjadi korban pemerkosaan sebagai senjata perang. Setelah bertahun-tahun memperjuangkan keadilan, pada Mei 2025 pengadilan menghukum para mantan tentara yang terlibat. Fotografer Victor J. Blue menggambarkan para perempuan itu berdiri tegar dalam perjuangan terakhir mereka menuntut keadilan.
Filipina: Pernikahan di tengah banjir akibat topan
Sepasang pengantin di Filipina berciuman di tengah banjir, disambut sorak sorai para tamu. Meski topan melanda dan banjir terjadi, mereka memutuskan untuk tidak membatalkan pernikahan. Momen ini melambangkan bukan hanya cinta, tetapi juga ketangguhan. Momen tersebut diabadikan oleh fotografer Aaron Favila untuk kantor berita Associated Press.
Australia: Keberanian di tengah kekerasan
Seorang polisi terlihat syok, dalam foto karya Edwina Pickles untuk The Sydney Morning Herald. Serangan terjadi saat festival Yahudi “Hanukkah by the Sea” di Pantai Bondi, saat dua penyerang dengan ideologi ekstremis menembaki kerumunan dan menewaskan 15 orang. Di antara korban pertama adalah Boris dan Sofia Gurman, pasangan Yahudi asal Ukraina, yang tewas saat berusaha melucuti senjata penyerang.
Gaza: Kehidupan di tengah gempuran
Sebuah keluarga berbuka puasa Ramadan di tengah puing-puing rumah mereka di Beit Lahia, Gaza. Momen ini kontras dengan kekacauan, kehancuran, kelaparan, dan kekerasan yang terus berlangsung, sekaligus mencerminkan kehidupan sehari-hari di wilayah tersebut. Para jurnalis di lapangan mendokumentasikan kondisi ini dengan risiko besar. Foto ini diabadikan oleh Saher Alghorra untuk The New York Times.
Ukraina: Perang dan teknologi baru
Perang di Ukraina mengubah peperangan modern, dengan drone yang dimodifikasi menjadi senjata jarak jauh. Dalam foto David Guttenfelder untuk The New York Times, dua tentara memasang granat pada sebuah drone. Tato harimau di tangan bercincin pernikahan kontras dengan lengan yang teramputasi serta bunga kecil berwarna biru, menyoroti ironi antara perang, kehilangan, dan kemanusiaan.
Brasil: Konsekuensi kekerasan
Para tersangka dalam operasi besar kepolisian terhadap jaringan narkoba di Rio de Janeiro diabadikan oleh fotografer Eduardo Anizelli dari harian Folha de S.Paulo. Operasi ini merupakan yang terbesar dalam sejarah Brasil dan menewaskan sedikitnya 64 orang. Dampak terparah dirasakan di kawasan favela, permukiman miskin yang mayoritas dihuni warga Afro-Brasil.
Arktik: Perubahan iklim menciptakan realitas baru
Seekor beruang kutub betina terlihat sedang memakan bangkai paus sperma di wilayah Arktik, utara Spitsbergen. Musim tanpa es di kawasan ini telah mengalami perpanjangan yang signifikan. Paus tersebut kemungkinan terbawa arus laut hingga ke sana. Seiring menyusutnya es laut, habitat dan sumber makanan pun berubah, terutama bagi beruang kutub yang biasanya berburu anjing laut.
Spanyol: Kebakaran hutan sebagai normal baru
Foto udara karya Brais Lorenzo memperlihatkan San Vicente de Leira yang terdampak parah oleh kebakaran Larouco. Kekeringan, kenaikan suhu, dan perubahan penggunaan lahan memperparah risiko kebakaran hutan. Pada 2025, Eropa mengalami kebakaran hutan terburuk sepanjang sejarah, dengan lebih dari 200.000 hektare lahan terbakar di Galicia saja.
Jerman: Teknologi baru untuk mengatasi kesepian
Panti jompo di Jerman kekurangan tenaga kerja, membuat banyak lansia merasa kesepian. Untuk mengatasi hal ini, robot seperti “Emma” yang mampu mengenali wajah dan mengingat percakapan diuji coba. Fotografer Paula Hornickel mengabadikan momen hubungan antara Waltraud, salah satu penghuni, dengan robot tersebut. Meski membantu, kehadiran manusia tetap tak tergantikan bagi para lansia.
Maroko: Tradisi dan pemberdayaan perempuan
Joki Noura berupaya mengendalikan kudanya setelah letusan senjata api, momen paling berbahaya dalam pertunjukan Tbourida. Tradisi berkuda berusia ratusan tahun ini dulunya hanya untuk pria, namun kini perempuan mulai mengambil peran, di antaranya melalui beberapa kelompok Tbourida yang seluruh anggotanya perempuan.
Afrika Selatan: Peluang baru bagi semua
Para penari muda menunggu di belakang panggung Teater Soweto sebelum pertunjukan mereka, dalam foto karya Ihsaan Haffejee. Pada masa apartheid, balet hanya diperuntukkan bagi kalangan elite kulit putih. Kini, Joburg Ballet School menawarkan kelas dengan biaya terjangkau bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. (LW/AP)