1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Wabah Flu Babi di Mexiko dapat Menyebar ke Seluruh Dunia

26 April 2009

Munculnya wabah virus flu babi di Mexiko memaksa WHO mewanti-wanti terhadap penyebaran virus di seluruh dunia. Di Mexiko City pemerintah lokal membatasi pergerakan publik guna mencegah penyebaran

https://p.dw.com/p/HeM7
Seorang tentara membagi-bagikan masker di Mexiko-CityFoto: AP

Epidemi yang mulai bermunculan adalah alasan yang cukup untuk sebuah kekhawatiran internasional, begitu diumumkan Organisasi Kesehatan Dunia PBB (WHO) pada minggu malam (25/4) di Jenewa, Swiss.

Direktur WHO Margaret Chan terpaksa menggelar pertemuan darurat dengan sejumlah ahli kesehatan internasional. Sebelumnya Chan mengumumkan, munculnya wabah virus flu babi berpotensi untuk menyebar ke seluruh dunia.

Amerika Serikat Waspada

Pun Amerika Serikat sempat mewanti-wanti terhadap virus bernomer kode AH1N1 itu. Penyebaran virus flu babi diperkirakan akan sulit untuk dihentikan, begitu tukas seorang pegawai Pusat Pemantauan Penyakit dan Pencegahan di Amerika Serikat.

Sampai saat ini belum jelas jumlah korban yang telah terinfeksi virus flu babi. Secara keseluruhan, pemerintah AS dan Mexiko memperkirakan setidaknya terdapat 1000 orang yang telah terjangkiti virus tersebut. Sebagian besar korban berada di Mexiko, namun beberapa korban terdapat di Amerika Serikat. Di Mexiko diperkirakan sudah 60 orang yang tewas akibat flu babi.

Termasuk yang berbahaya

Menurut WHO, virus AH1N1 itu termasuk jenis virus yang berbahaya. Pasalnya selain babi dan burung, virus tersebut juga dapat menjangkiti manusia. Selain itu AH1N1 terutama mengancam anak muda atau orang dewasa dengan kondisi tubuh sehat.

Untuk menghindari penyebaran virus, pemerintah kota Mexiko City segera membatalkan semua kegiatan yang bersifat umum. Gubernur Marcelo Ebrard saat ini berupaya mencegah terjadinya panik masal akibat munculnya isu wabah virus flu babi. Pihaknya, begitu menurut Ebrard, memiliki cukup obat-obatan untuk merawat korban yang telah terinveksi virus.

Saat ini pemerintah Mexiko memprioritaskan pencegahan penyebaran virus. Sekolah, museum dan gedung teater ditutup untuk sementara. Di setiap stasiun kereta bawah tanah dan terminal bis, pemerintah membagi-bagikan masker. Minggu sore (25/4) Presiden Felipe Calderón menggelar rapat kabinet darurat di ibukota.

RN/afp/ap/dpa/rtr

Editor: Hendra Pasuhuk