1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Warga Perancis Gelar Front Terhadap Sarkozy

19 Maret 2009

Dengan sekitar 200 aksi demonstrasi di seluruh negara, Kamis (19/03) oposisi Perancis memprotes politik ekonomi pemerintah. Pekerja perusahaan kereta api, rumah sakit, kantor pos dan perusahaan diserukan mogok kerja.

https://p.dw.com/p/HFQS
Pekerja Continental bakar ban mobil dalam aksi protes di Compiegne (19/03)Foto: AP

Di dekat pabrik pembuat mustar di Dijon, para karyawan sudah merasa gerah. Mereka marah dan oleh karena itu turun ke jalan. 244 lapangan kerja yang dihapus di pabrik mustar di Dijon yang sudah mentradisi, Amora Maille. Dan itu terjadi meskipun induk perusahaan Unilever melaporkan keuntungan milyaran. Hal yang tidak masuk akal bagi Eric yang dalam aksi protes itu mengenakan tube mustar dari plastik di kepalanya.

„Kelompok perusahaan tetap menghasilkan uang. Tapi tampaknya mereka ingin meraih lebih banyak dan itu dibebankan kepada kami!“

Harian-harian di Perancis dipenuhi laporan penghapusan lapangan kerja oleh perusahaan-perusahaan di Perancis disertai jumlahnya.1200 pada Continental di Caliroix, hampir 5000 pada Renault, lebih dari 900 pada Sanofi Aventis. Sebagian dari mereka melakukan aksi perlawanan ketika beberapa pekan lalu pabrik-pabrik mereka ditutup. Kini aksi protes mereka lakukan di jalan. Kemarahan di Perancis sudah mencapai dimensi baru. Demikian dikatakan pakar sosiologi Daniel Muzet

„Ada dorongan besar untuk melawan, untuk memberontak. Pertanyaan saat ini adalah apakah beban krisis ditanggung secara merata oleh semuanya. Jika perusahaan memperoleh keuntungan dan tidak dibagi kepada pekerjanya, maka orang-orang akan memberontak!"

Melebihi hari-hari protes terdahulu, para pegawai negeri dan swasta didampingi para petugas jasa pelayanan umum akan turun ke jalan. Serikat pekerja mengadu kekuatan dengan Presiden Nicolas Sarkozy. Setelah hari pertama demonstrasi besar akhir Januari lalu, Sarkozy mengumumkan akan melakukan keringanan pajak sebesar milyaran Euro. Tapi kali ini Sarkozy akan bertahan. Akibat kosongnya kas negara tidak ada lagi yang dapat dibagikan, demikian keterangannya. Sarkozy sekaligus menjadi lebih berhati-hati. Front aksi protes, atau gerakan sosial baru tidak menguntungkan sang presiden. Tapi bagi banyak orang, seperti pendidik di taman kanak-kanak, situasinya sudah tidak tertanggungkan

"Sejak jaman kuliah saya tidak pernah lagi berdemonstrasi, sekarang saya melakukannya lagi. Cukup bagi saya. Dengan gaji 1100 Euro saya tidak dapat hidup. Dan jika saya harus kembali lagi berdemonstrasi, saya siap untuk itu."

Taman kanak-kanak tempatnya bekerja ditutup, seperti halnya banyak sekolah di Perancis. Air France membatalkan sepertiga penerbangannya. Demikian pula perusahaan kereta api, terutama untuk hubungan di dalam Perancis. Hanya di ibukota Paris, kereta metro dan bis-bis berjalan normal. (dk)