Penyelidikan Kasus Kebakaran Hong Kong Dimulai
2 Desember 2025
Pemimpin Hong Kong, John Lee pada Selasa (2/12) mengumumkan penyelidikan independen sedang dilakukan atas tragedi kebakaran blok hunian yang menewaskan setidaknya 151 orang akhir November lalu.
Lee mengatakan terdapat masalah serius terkait konstruksi dan pengawasan, pihak terkait akan dimintai pertanggungjawaban.
Komite independen pencari fakta
Pemimpin eksekutif Hong Kong tersebut mengatakan bahwa sebuah komite telah dibentuk untuk melakukan peninjauan terhadap praktik pembangunan. Komite ini dipimpin seorang hakim.
Sebelumnya, pihak berwenang menginformasikan bahwa kobaran api menyebar dengan cepat melalui jaring perancah eksterior yang tidak memenuhi standar ketahanan terhadap api.
Lebih lanjut Lee mengatakan pihak berwenang telah mengidentifikasi banyak kesalahan. Perubahan besar diperlukan terkait aturan keselamatan, prosedur pengawasan, dan standar bangunan secara menyeluruh.
"Saya menyerukan investigasi menyeluruh dan reformasi serius," kata Lee. "Kami akan mengatasi hambatan dari pihak-pihak dengan kepentingan tertentu dan menuntut akuntabilitas, siapa pun orangnya."
"Segala kekurangan akan diperbaiki," ujarnya. "Hambatan-hambatan yang ada akan diselesaikan. Kami akan mereformasi seluruh sistem renovasi bangunan, memastikan hal serupa tidak terjadi lagi."
Hong Kong kerap mengandalkan "komisi penyelidikan” untuk melakukan investigasi pencarian fakta. Sistem ini diwarisi dari pemerintahan Inggris. Kali ini, Lee menggunakan istilah "komite independen.”
Apa penyebab kebakaran tersebut?
Pihak berwenang menyoroti faktor angin kencang dan material berkualitas buruk, termasuk panel busa yang sangat mudah terbakar digunakan untuk menutup jendela dan jaring konstruksi hijau yang digunakan diluar bangunan selama renovasi. Jaring konstruksi hijau secara hukum diwajibkan memiliki ketahanan terhadap api.
Api menyebar ke tujuh dari delapan menara kompleks hunian Wang Fuk Court. Kebakaran berlangsung lebih dari 40 jam.
Lee mengatakan bahwa pihak terkait telah mengombinasikan jaring yang tidak aman dengan jaring yang sesuai standar "untuk mengelabui pemeriksaan.”
Polisi dan Badan Antikorupsi Hong Kong (ICAC) telah menahan 14 orang, termasuk direktur perusahaan konstruksi dan seorang konsultan teknik.
Lima belas orang juga telah ditangkap atas dugaan pembunuhan karena kelalaian. Pihak kepolisian melakukan investigasi terkait tindakan kriminal penyebab kematian massal sedang ICAC menyelidiki dugaan korupsi dan penipuan proyek renovasi blok perumahan tersebut. Masih ditelusuri, individu serta ranah pelanggaran yang mereka lakukan.
Saat beberapa kelompok masyarakat sipil menyerukan transparansi yang lebih besar, pejabat berwenang memperingatkan upaya politisasi tragedi ini akan menghadapi konsekuensi serius.
Media lokal melaporkan dua individu kini sedang diselidiki atas dugaan pemberontakan terhadap pihak berwenang, selain itu seorang mahasiswa juga sempat ditahan dan kemudian dibebaskan dengan jaminan. Polisi belum berkomentar lebih lanjut terkait kasus tersebut. Merespon hal tersebut Lee turut menyatakan, "Saya tidak akan mentoleransi kejahatan apa pun, terutama kejahatan yang memanfaatkan tragedi yang kita hadapi saat ini."
Kelompok hak asasi manusia internasional menyerukan keprihatinannya. "Sangat penting untuk tidak memperlakukan mereka yang menuntut keadilan atas kebakaran tragis ini sebagai seorang kriminal,” jelas Elaine Pearson, direktur bagian Asia di Human Rights Watch.
Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris
Diadaptasi oleh Sorta Caroline
Editor: Yuniman Farid